singkat benar pertemuan kita , yang hadir tanpa bilang ,
namun, pamitnya berpesan . sekadar singgah memberi rasa nyaman
bukan untuk berehat meskipun berteduh , namun hanya untuk melihat dan menyapa khabar .
namun, pamitnya berpesan . sekadar singgah memberi rasa nyaman
bukan untuk berehat meskipun berteduh , namun hanya untuk melihat dan menyapa khabar .
khabarnya yang baik2 namun menjadi tidak selepas kata pamit
tidak merasa kehilangan , kata2 angkuh yang hanya dibibir
walaupun singkat, kosong rasanya seperti bertahun bersama
jauh ? ya jauh dimata , disana dan dibayanggan juga
pesan untuk tidak melupakan
namun , untuk siapa pesannya ?? aku atau dia ?
berpegang pada pesan , dan akhirnya pegangannya hilang .
kini aku mula iri pada yang dekat dengan keberadaannya
tanpa harus berfantasi seperti aku
aku disini , ada yang iri ?
tetap berjuang , berjumpa dengan masa hadapan
berjalan dan teruskan berfantasi seiring waktu
bisik pada diri , dia datang hanya lintas
kau beri laluan , bukan ikut haluannya