Jiwa , satu kata yang bole memusnahkan rasa , tanpa jiwa kita tidak dapat rasa . Jauh sekali untuk menghayatinya , orang selalu cakap ‘beli jiwa’ betul ke jiwa boleh dibeli . Bagi aku jiwa ini susah untuk kita nikmati walaupun untuk diri kita sendiri .
Aku ingin mencintaimu dengan jiwa namun secara bersederhana , semampu hati dan rasaku seperti sederhananya bulan menerangi malam . Mencintaimu tanpa mengucapkan cinta yang mampu membuatkan ku hilang rasa bagaikan api yang membakar abu .
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dan seadanya bagai memberi isyarat tanpa meluahkan . Aku ingin mencintaimu dengn sederhana kerana aku tidak mahu terluka dan kehilangan .
Kehilangan yang membawa kepada penyesalan ,
Menangisi pemergianmu dari hidupku
Kadang aku tertanya mengapa perlu ada perpisahan disetiap pertemuan .
Dan mengapa bahagia itu hanya sesaat
Mengapa bahagia tidak setia bersama pencipta ?
Laksana embun yang setia mendakap pagi .
Kepada senja aku ingin mengadu , betapa peritnya erti kehilangan .
Bumi yang semakin menelanmu tanpa izinku
Semakin menjauh , jauh dan jauh
Aku terpaku dan terdiam ditengah kesunyian .
Hanya menatap langit yang enggan memberi jawapan .
Yang tinggal hanya luka yang aku pendam
Sakit yang mendalam
Seperti pisau menggores luka .
Kau pergi menjauh
Yang kau hadiahkan hanya luka dan derita .
Namun,
Ada baiknya kita terluka untuk kita kenangi detik manisnya tertawa ,
Ada baiknya kita derita supaya kita lebih hargai detik bahagia ,
Dan ada baiknya kita berpisah agar kita terasa lebih mesra jika tidakdirkan bertemu jua.
No comments:
Post a Comment