Thursday, 11 November 2021

Bersederhana

 


Jiwa , satu kata yang bole memusnahkan rasa , tanpa jiwa kita tidak dapat rasa . Jauh sekali untuk menghayatinya , orang selalu cakap ‘beli jiwa’ betul ke jiwa boleh dibeli . Bagi aku jiwa ini susah untuk kita nikmati walaupun untuk diri kita sendiri . 


Aku ingin mencintaimu dengan jiwa namun secara  bersederhana , semampu hati dan rasaku seperti sederhananya bulan menerangi malam . Mencintaimu tanpa mengucapkan cinta yang mampu membuatkan ku hilang rasa bagaikan api yang membakar abu . 


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dan seadanya bagai memberi isyarat tanpa meluahkan . Aku ingin mencintaimu dengn sederhana kerana aku tidak mahu terluka dan kehilangan .  

Kehilangan yang membawa kepada penyesalan ,

Menangisi pemergianmu dari hidupku 

Kadang aku tertanya mengapa perlu ada perpisahan disetiap pertemuan . 

Dan mengapa bahagia itu hanya sesaat 

Mengapa bahagia tidak setia bersama pencipta ?

Laksana embun yang setia mendakap pagi .  


Kepada senja aku ingin mengadu , betapa peritnya erti kehilangan . 

Bumi yang semakin menelanmu tanpa izinku 

Semakin menjauh , jauh dan jauh 

Aku terpaku dan terdiam ditengah kesunyian .

Hanya menatap langit yang enggan memberi jawapan . 


Yang tinggal hanya luka yang aku pendam 

Sakit yang mendalam 

Seperti pisau menggores luka . 

Kau pergi menjauh

Yang kau hadiahkan hanya luka dan derita .   


Namun, 

Ada baiknya kita terluka untuk kita kenangi detik manisnya tertawa , 

Ada baiknya kita derita supaya kita lebih hargai detik bahagia ,

Dan ada baiknya kita berpisah agar kita terasa lebih mesra jika tidakdirkan bertemu jua. 

No comments:

Post a Comment

khabar

jika cinta boleh hadir dengan sendiri ,  mengapa perkahwinan lepas kawen masih ujud dikala semua masih memupuk cinta tanpa ikatan .  menjadi...