hadir tanpa bilang , tanpa khabar malah tidak pernah di anggap
awalnya
hanya berbisik kata sederhana ,
lalu perlahan diberi rasa nyaman
rasa yang hakikatnya bukan kebahagiaan namun ilusi keindahan
rasa yang hakikatnya bukan kebahagiaan namun ilusi keindahan
haruskah aku menikmati ? menyerah pada manisnya ?
adakah sekadar damai sementara yang akhirnya mamahat luka dan parut
atau mungkin ini rasa nyaman yang dilangitkan untukku
hingga aku lupa dunia yang aku pijak bukan angan angan .
bukan aku berdiri di atas janji manisnya
bukan juga aku berteduh di bawah kata kata dan naungan nyamannya .
namun nyamannya kini menjadi buntu
awalnya aku memeluk dengan suka ,
kini memandangnya dengan sesal
mengapa aku terlalu dalam menikmati
sedangkan aku dijadi watak samping di akhir cerita
ceritanya yang disakiti oleh masa lalu kini malah menyakiti semula
ceritanya yang disakiti oleh masa lalu kini malah menyakiti semula
namun aneh masih
aku rindu nyamannya ,
nyamannya yang damai dengan lunak jiwa
rindu akan hadirnya yang sekadar mengarang harapan dan pamit tanpa alasan
rindu akan hadirnya yang sekadar mengarang harapan dan pamit tanpa alasan